Jakarta — Hujan deras dengan intensitas ekstrem memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah India serta Nepal. Sedikitnya 68 orang dilaporkan meninggal dunia dalam rangkaian bencana tersebut.
Di negara bagian Uttar Pradesh, India, data pemerintah setempat mencatat 56 orang tewas dan 1.021 rumah rusak akibat insiden terkait hujan dalam periode tiga hari hingga Minggu pagi. Hujan deras juga berdampak pada sejumlah wilayah lain di negara bagian tersebut.
Sementara itu, Nepal kembali menghadapi banjir dan longsor setelah sebelumnya mengalami bencana besar pada akhir Agustus. Hujan yang mengguyur sejak Kamis (24/9) memicu banjir di sejumlah wilayah dan menyebabkan korban jiwa.
Menurut laporan yang dikutip dari AFP dalam naskah berita, 12 orang meninggal dunia akibat bencana yang dipicu hujan deras, sementara tujuh warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Hujan Ekstrem Landa Uttar Pradesh
Uttar Pradesh menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah di India.
Data yang dirilis Office of Relief Commissioner Uttar Pradesh menyebut 56 orang meninggal dunia dan 46 lainnya mengalami luka-luka akibat insiden terkait hujan antara Jumat (25/9) hingga Minggu pagi. Sebanyak 1.021 rumah juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Hujan deras melanda sejumlah wilayah, termasuk Kanpur, Varanasi, Prayagraj, Gorakhpur, dan Bareilly. Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat serta merusak lahan pertanian.
India Meteorological Department (IMD) sebelumnya telah memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Uttar Pradesh. Sistem cuaca yang memicu hujan tersebut berkaitan dengan depresi dalam yang terbentuk di Teluk Benggala dan bergerak ke arah barat laut setelah melintasi pesisir Odisha dan Andhra Pradesh.
Interaksi sistem cuaca tersebut turut menyebabkan peningkatan aktivitas hujan di Uttar Pradesh. Pada periode 24 jam hingga Minggu, curah hujan di negara bagian itu mencapai jauh di atas kondisi normal.

