- “Mama/Papa di sini.”
- “Kamu aman.”
- “Mama/Papa akan memastikan kamu tetap aman.”
Kehadiran dan respons yang tenang dapat membantu anak merasa lebih nyaman menghadapi perubahan rutinitas tidur.
7. Tunggu sampai Anak Tenang
Ketika emosi anak mulai mereda, suasana biasanya menjadi lebih kondusif untuk melanjutkan rutinitas tidur.
Setelah anak lebih tenang, orang tua dapat kembali mencoba meninggalkan kamar secara perlahan. Jika anak masih mengalami kesulitan, langkah tersebut dapat dicoba kembali pada malam berikutnya.
Membiasakan anak tidur sendiri membutuhkan proses. Karena itu, orang tua mungkin perlu melakukan beberapa kali percobaan sampai anak mulai terbiasa dengan rutinitas baru.
8. Berikan Ruang untuk Perasaan Anak
Selama mendampingi anak, orang tua juga dapat mengalami berbagai emosi, seperti lelah, frustrasi, atau merasa putus asa ketika anak terus menangis.
Perasaan tersebut dapat muncul selama proses mendampingi anak dan perlu diperhatikan.
Orang tua dapat membicarakan perasaan tersebut dengan pasangan atau orang yang dipercaya. Kondisi emosi yang lebih tenang dapat membantu orang tua memberikan pendampingan secara konsisten kepada anak.
Melatih anak tidur sendiri membutuhkan waktu dan kesabaran. Setiap anak dapat menunjukkan respons yang berbeda terhadap perubahan kebiasaan tidur.
Dengan pendekatan yang bertahap, komunikasi yang tenang, serta rasa aman yang tetap diberikan, anak dapat perlahan beradaptasi dengan kebiasaan tidur secara mandiri.

