3. Persiapkan Anak pada Siang Hari
Membangun kedekatan dengan anak tidak harus dilakukan ketika menjelang tidur.
Orang tua dapat meluangkan waktu khusus pada siang hari untuk bermain atau melakukan aktivitas fisik bersama anak. Waktu berkualitas tersebut dapat membantu anak merasa lebih dekat dan terhubung dengan orang tua.
Rasa dekat dan aman juga dapat membantu anak menghadapi ketakutan atau kecemasan yang mungkin muncul ketika waktu tidur tiba.
4. Lakukan Secara Perlahan
Perubahan kebiasaan sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak.
Ketika anak sudah berada di tempat tidur, orang tua dapat memberi tahu bahwa dirinya akan mulai berpindah ke tempat tidur sendiri. Jika anak menunjukkan penolakan, orang tua dapat tetap berada di dekatnya terlebih dahulu.
Berikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan perasaannya. Dengan cara tersebut, anak dapat menghadapi perubahan dan rasa khawatir terhadap kepergian orang tua secara bertahap.
5. Tetap Dekat dan Dengarkan
Anak mungkin menangis, tantrum, atau marah ketika mulai belajar tidur sendiri. Dalam kondisi tersebut, orang tua sebaiknya berusaha tetap tenang dan berada di dekat anak.
Dengarkan apa yang ingin disampaikan tanpa langsung memarahi anak.
Tantrum dapat menjadi salah satu cara anak mengekspresikan emosi. Dengan mendengarkan, orang tua dapat mengetahui hal yang membuat anak merasa takut atau tidak nyaman.
6. Berikan Dukungan dan Rasa Aman
Ketika sedang mengalami tantrum, anak mungkin belum dapat menerima nasihat atau penjelasan panjang dengan baik.
Karena itu, orang tua tidak perlu memberikan banyak penjelasan pada saat emosi anak sedang memuncak. Kalimat sederhana dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa orang tua tetap berada di dekatnya.
Misalnya:

