Manajemen SPBU mengaku tidak mengetahui adanya dugaan pungli

Sementara itu, pihak manajemen SPBU saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyatakan tidak mengetahui adanya dugaan pungutan liar tersebut.
“Itu ulah pelangsir dan orang di sana yang mengendalikan pelangsirnya, Bang. Kalau masalah itu kami tidak tahu. Yang kami kelola hanya operasional SPBU, sedangkan urusan antrean di luar area tersebut merupakan urusan warga setempat,” ujar pihak manajemen.

Manajemen juga membantah mengenal nama yang disebutkan oleh narasumber dan menegaskan apabila benar terjadi praktik melanggar hukum, maka sebaiknya dilaporkan kepada aparat penegak hukum agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Kericuhan di SPBU berujung mematikan nozzle

Pada hari yang sama, Kamis 2 Juli 2026, berdasarkan informasi yang diperoleh tim investigasi, sempat terjadi keributan di lokasi SPBU hingga pelayanan pengisian BBM dikabarkan dihentikan sementara dengan mematikan nozzle. Namun, pihak manajemen membantah adanya keributan tersebut.

“Jam empat saya ada di situ, tidak ada keributan. Kalau memang ada persoalan antrean, itu bukan kami yang mengatur,” kata pihak manajemen.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak-pihak yang disebutkan namanya dalam keterangan narasumber. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait guna memenuhi asas keberimbangan.