BNN Tangkap 12 Terduga Pelaku

Aswin memastikan seluruh 3,37 ton barang bukti tersebut belum sempat diproses menjadi cairan vape karena lebih dahulu diamankan petugas.

“Belum, ini pencegahan, ini kegiatan pencegahan. Kalau ini lolos, maka banyak korban akan menggunakan cairan likuid yang berasal dari cannabinoid ini,” katanya.

BNN mengakui cairan vape berbahan cannabinoid sejenis sebelumnya pernah ditemukan dalam pengungkapan kasus lain. Namun, pihaknya masih mendalami kemungkinan keterkaitan jaringan tersebut dengan toko-toko vape.

“Untuk sampai ke retail masih dalam penyelidikan, proses penyelidikan,” ujarnya.

Dalam kasus ini, BNN telah mengamankan 12 orang terduga pelaku, termasuk seorang warga negara asing (WNA) yang diduga berperan sebagai pemilik gudang di Gresik.

“Hingga saat ini tim telah mengamankan dan memeriksa 12 orang terduga pelaku di berbagai wilayah, termasuk satu warga negara asing selaku pemilik gudang,” ujarnya.

Selain itu, BNN masih memburu dua WNA yang diduga menjadi pengendali utama jaringan tersebut dari luar negeri.

“Kami juga telah memburu dua orang warga negara asing yang teridentifikasi sebagai pengendali utama jaringan ini di luar negeri. Saya tegaskan pengejaran tidak akan berhenti. Kami akan mengejar pengendali yang sekarang berada di luar negeri sampai ketemu dan kita bawa ke Indonesia,” tegasnya.

BNN menyebut pengungkapan dan penyitaan 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid asal Thailand tersebut diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika sekaligus mencegah potensi kerugian ekonomi hingga Rp4.585.104.000.000.