BATANG HARI — Kasus dugaan penganiayaan terhadap Murniati (35), seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Batang Hari, Jambi, belum menemukan titik akhir. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, keluarga korban kini menghadapi kesulitan ekonomi.

Samsidar (60), ibu kandung Murniati, harus membagi waktu antara merawat anaknya yang sakit dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam wawancara langsung pada Sabtu (7/11/2026), Samsidar mengungkapkan kehidupannya berubah sejak peristiwa yang menimpa anaknya. Sebelumnya, ia bekerja sebagai buruh harian di perkebunan sawit milik orang lain.

Namun, kondisi Murniati yang membutuhkan perawatan membuat Samsidar tidak lagi leluasa bekerja. Penghasilan keluarga pun berkurang, sementara kebutuhan hidup sehari-hari tetap harus dipenuhi.

“Pernah kami hanya mampu membeli dua kilogram beras, bergantung pada pekerjaan serabutan yang diperoleh,” ungkap Samsidar.

Ia mengatakan, sejak kejadian tersebut, Murniati telah empat kali menjalani rawat inap di rumah sakit. Dua kali di RSUD Tebo dan dua kali di RSU Raden Mattaher Jambi.

Salah satu perawatan di RSU Raden Mattaher Jambi berlangsung pada 18 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, Murniati menjalani rawat inap selama sekitar satu minggu di ruang ICU Unit Stroke.

Hingga kini, Murniati masih harus menjalani kontrol kesehatan di RSU Raden Mattaher Jambi.

Kondisi tersebut membuat Samsidar harus membagi tenaga dan waktu antara memenuhi kebutuhan keluarga serta mendampingi anaknya yang masih membutuhkan perawatan.

Dugaan Aktivitas PETI di Sekitar TKP

Di tengah persoalan yang dihadapi keluarga, muncul pula informasi mengenai dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).