JAKARTA – Fenomena El Nino yang terjadi pada 2026 menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami penurunan curah hujan dan kekeringan. Kondisi tersebut turut berdampak pada penyusutan permukaan air di sejumlah waduk dan bendungan.

Menurunnya permukaan air membuat beberapa kawasan yang sebelumnya tenggelam kembali terlihat. Sisa-sisa permukiman, jalan, bangunan, hingga makam yang selama bertahun-tahun berada di bawah air mulai muncul ke permukaan.

Fenomena ini menjadi perhatian karena memperlihatkan kembali kawasan yang dahulu menjadi tempat tinggal masyarakat sebelum digenangi untuk pembangunan waduk.

Setidaknya terdapat tiga lokasi di Indonesia yang kembali memperlihatkan sisa-sisa kawasan lama akibat penyusutan permukaan air pada 2026.

1. Kampung Somang, Banten

Penyusutan permukaan air Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, membuat sisa-sisa permukiman yang sebelumnya tergenang kembali terlihat.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Kampung Somang. Wilayah tersebut dulunya merupakan kawasan permukiman warga yang kemudian ditinggalkan untuk pembangunan dan penggenangan waduk.

Warga mulai meninggalkan Kampung Somang sejak 2023 seiring proses penggenangan Bendungan Karian. Meski demikian, sejumlah bangunan di kawasan tersebut tidak dihancurkan secara keseluruhan.

Ketika permukaan air menyusut, sisa bangunan dan kawasan permukiman lama kembali terlihat. Pemandangan tersebut memperlihatkan jejak kehidupan masyarakat sebelum wilayah itu menjadi bagian dari bendungan.

2. Permukiman Lama di Waduk Jatigede, Sumedang

Waduk Jatigede terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sebelum pembangunan waduk, kawasan tersebut merupakan wilayah permukiman masyarakat yang tersebar di sejumlah desa.