JAMBI – Hujan yang sempat mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Jambi pekan lalu ternyata belum cukup untuk mengakhiri ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), bara api justru masih bertahan di kedalaman lahan gambut dan kembali memicu kebakaran saat cuaca mengering.
Dua kawasan di dalam TNBS, yakni Tanjung dan Sungai Sayang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur hingga Minggu (1/11/2026) masih terpantau terbakar.
Kepulan asap bahkan masih muncul dari sejumlah titik, sehingga operasi pemadaman melalui udara menggunakan helikopter atau water bombing terus dilakukan.
Komandan Satgas Karhutla Provinsi Jambi yang juga Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, mengatakan kedua lokasi tersebut masih menjadi fokus penanganan petugas gabungan.
“Semuanya masuk wilayah Berbak Sembilang. Hingga kini petugas masih melakukan water bombing karena masih ditemukan kepulan asap,” ujar Nyamin saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).
Menurut Nyamin, persoalan utama kebakaran di kawasan tersebut terletak pada karakteristik lahan gambut yang mampu menyimpan bara di bawah permukaan tanah. Hujan yang turun beberapa hari sebelumnya memang sempat membasahi kawasan, tetapi belum mampu mematikan seluruh titik bara.
Ketika cuaca kembali panas dan kering, bara yang tersimpan di dalam lapisan gambut kembali aktif. Api pun muncul lagi dan menghasilkan kepulan asap.
“Sebelumnya memang sudah turun hujan, tetapi karena beberapa hari terakhir kembali panas, lahan gambut kembali terbakar dan menimbulkan asap,” ungkapnya.

