JAKARTA – Dua tokoh yang memiliki kedekatan politik dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami kekalahan dalam kontestasi politik di negara masing-masing. Di Brasil, Presiden Luiz Inácio Lula da Silva kembali memenangkan pemilihan presiden setelah mengalahkan Flávio Bolsonaro. Sementara di Hungaria, Viktor Orbán kehilangan kekuasaan setelah partainya dikalahkan oposisi yang dipimpin Péter Magyar.
Kekalahan tersebut menjadi sorotan karena hasil pemilihan di kedua negara berlangsung di tengah dinamika politik internasional dan kedekatan sejumlah pemimpin dengan Trump.
Di Brasil, Lula menang dengan sekitar 51,8 persen suara, mengungguli Flávio yang memperoleh sekitar 48,2 persen. Sementara itu, di Hungaria, Partai Tisza pimpinan Magyar meraih kemenangan dalam pemilihan parlemen pada 12 April 2026, mengakhiri pemerintahan Orbán yang telah berlangsung selama 16 tahun.
Kedua hasil tersebut memperlihatkan bahwa hubungan politik dengan pemimpin Amerika Serikat tidak otomatis menjamin kemenangan dalam pemilihan di negara lain.
Lula Kalahkan Flávio Bolsonaro dalam Pilpres Brasil
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva memenangkan pemilihan presiden pada Minggu (25/10/2026) setelah mengalahkan senator Flávio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro.
Berdasarkan hasil yang diumumkan otoritas pemilihan Brasil dan dilaporkan Reuters, Lula memperoleh sekitar 51,8 persen suara sah, sedangkan Flávio meraih sekitar 48,2 persen.
Kemenangan tersebut mengantarkan Lula menuju masa jabatan presiden keempatnya yang tidak berlangsung secara berturut-turut. Ia sebelumnya memimpin Brasil pada 2003–2010, kemudian kembali menjabat pada 2023.

