Hasil ini sekaligus menjadi pukulan politik bagi keluarga Bolsonaro. Flávio berusaha melanjutkan pengaruh politik ayahnya, tetapi gagal mengalahkan Lula dalam pemilihan putaran kedua.
Flávio menolak menerima hasil tersebut dan menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk meminta pembatalan pemilu.
“Mustahil untuk mengakui hasil pemilu mengingat bagaimana peristiwa ini terjadi,” kata Flávio kepada para pendukungnya di Brasília, sebagaimana dikutip dalam laporan yang menjadi sumber naskah.
Ia juga menyatakan akan meminta agar pemilihan dibatalkan. Namun, klaim tersebut merupakan sikap dari pihak yang kalah dan belum membuktikan adanya pelanggaran yang dapat mengubah hasil pemilu.
Perpanjangan Waktu Pemungutan Suara Picu Perselisihan
Pemilihan presiden Brasil turut diwarnai keputusan memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam di sejumlah wilayah. Perpanjangan dilakukan setelah muncul persoalan transportasi pemilih dan cuaca buruk yang menyulitkan sebagian warga mencapai tempat pemungutan suara.
Kedua kubu kampanye sama-sama meminta perpanjangan waktu di sejumlah wilayah. Keputusan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Flávio mempertanyakan hasil pemilihan.
Meski demikian, hasil resmi tetap menetapkan Lula sebagai pemenang. Flávio perlu menempuh proses hukum untuk membuktikan dasar gugatannya apabila ingin mempersoalkan hasil tersebut.
Hubungan Keluarga Bolsonaro dengan Trump
Donald Trump dikenal memiliki hubungan politik yang dekat dengan Jair Bolsonaro, mantan presiden Brasil sekaligus ayah Flávio. Trump secara terbuka membela Bolsonaro setelah kekalahannya dalam pemilihan presiden 2022.

