JAKARTA – Pembengkakan lutut pada anak kecil tidak selalu disebabkan oleh benturan atau aktivitas bermain. Pengalaman Emily Hughes di Australia menjadi pengingat bahwa gejala yang tampak ringan dapat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Putrinya, Scarlett Hughes, mulai mengalami pembengkakan lutut ketika berusia 18 bulan. Awalnya, Emily mengira kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas Scarlett yang aktif bermain, melompat, dan memanjat. Namun, pembengkakan yang tidak kunjung hilang akhirnya mengantarkan Scarlett pada diagnosis juvenile idiopathic arthritis (JIA), atau artritis idiopatik juvenil.

Emily, yang pekerjaannya berkaitan dengan atlet, merasa pembengkakan tersebut tidak biasa terjadi pada anak seusia putrinya.

“Pekerjaan saya berkaitan dengan para atlet, jadi saat melihat lutut yang bengkak pada seorang anak berusia 18 bulan, saya berpikir, ‘Wah, aneh sekali,'” ujar Emily, seperti dikutip dari People.

Pembengkakan Lutut Tak Kunjung Hilang

Emily pertama kali menyadari pembengkakan lutut Scarlett pada akhir 2023, menjelang Natal. Karena putrinya tetap aktif dan terlihat sehat, ia awalnya memilih memantau kondisi tersebut.

Namun, pembengkakan masih terlihat hingga Januari. Emily bersama pasangannya, Darrell, kemudian membawa Scarlett untuk menjalani pemeriksaan.

Dalam proses pemeriksaan, ditemukan pula bahwa Scarlett kesulitan meluruskan salah satu sikunya, meskipun tidak menunjukkan rasa sakit yang jelas.

Pemeriksaan awal belum memberikan jawaban pasti. Menurut Emily, salah satu dokter menilai tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Hasil pemeriksaan darah juga tampak cukup baik, meski terdapat sedikit peningkatan pada beberapa indikator.