Dengan perawatan dan rencana pengobatan dari tim medis, kondisi Scarlett berangsur membaik. Kini, ia dilaporkan telah mengalami remisi dan kembali menikmati kegiatan favoritnya, seperti melakukan gerakan jungkir balik dan memanjat di halaman rumah.

Emily juga menyoroti pentingnya mendengarkan kekhawatiran orang tua ketika anak mengalami gejala yang menetap atau berubah.

“Rasanya sungguh… mungkin kata ‘menantang’ kurang tepat, tetapi ada kesadaran bahwa orang lain tidak selalu menanggapi Anda dengan serius atau menganggap Anda benar-benar memahami apa yang sedang Anda bicarakan,” tuturnya.

Mengenal Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)

Mengutip Mayo Clinic, artritis idiopatik juvenil atau juvenile idiopathic arthritis merupakan kelompok kondisi peradangan sendi kronis yang terjadi pada anak berusia di bawah 16 tahun.

Istilah “idiopatik” berarti penyebab pastinya belum diketahui. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang memicu peradangan pada sendi.

JIA dapat menimbulkan pembengkakan, kekakuan, nyeri, dan keterbatasan gerak. Gejala serta tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap anak. Pada sebagian anak, gejala dapat mereda, sedangkan pada anak lainnya kondisi ini dapat berlangsung lebih lama.

Jika tidak ditangani dengan tepat, beberapa jenis JIA berisiko menimbulkan komplikasi, termasuk gangguan pertumbuhan, kerusakan sendi, dan peradangan mata.

Gejala JIA yang Perlu Dikenali

Berikut sejumlah tanda yang perlu diperhatikan orang tua:

  • Nyeri atau pincang: Anak mungkin tidak mampu menjelaskan rasa sakitnya, tetapi terlihat pincang atau enggan menggunakan anggota tubuh tertentu, terutama setelah bangun tidur.
  • Pembengkakan sendi: Pembengkakan dapat muncul pada lutut dan sendi lainnya.
  • Kekakuan: Anak terlihat sulit menggerakkan sendi atau berjalan normal setelah tidur maupun beristirahat.
  • Demam dan ruam: Pada jenis JIA tertentu, anak dapat mengalami demam berulang dan ruam.
  • Gangguan mata: Uveitis dapat terjadi tanpa keluhan yang jelas sehingga pemeriksaan berkala mungkin diperlukan sesuai jenis JIA dan anjuran dokter.

Gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti seorang anak mengalami JIA. Pembengkakan sendi juga dapat disebabkan oleh cedera atau infeksi, termasuk infeksi sendi yang membutuhkan penanganan segera.