Kondisi Scarlett kemudian memburuk pada Februari. Lututnya semakin membengkak, terasa panas dan nyeri, hingga ia tidak mau menumpukan berat badan pada kaki tersebut.
Keluarga pun membawanya ke Royal Children’s Hospital di Melbourne.
Sempat Diduga Mengalami Infeksi Sendi
Dokter awalnya mencurigai artritis septik, yaitu infeksi pada sendi yang memerlukan penanganan segera. Scarlett kemudian menjalani prosedur untuk membersihkan sendi yang terdampak.
Namun, penyebab gejalanya belum ditemukan. Selama beberapa bulan berikutnya, Scarlett menjalani pemeriksaan oleh spesialis penyakit infeksi dan ortopedi. Pemeriksaan juga menemukan adanya fusi atau penyatuan pada sendi sikunya.
Pada Mei, dokter menilai gejala yang dialami Scarlett mengarah pada JIA yang melibatkan tiga sendi.
Emily mengaku merasa lega sekaligus takut setelah mengetahui diagnosis putrinya.
“Saya tidak cukup tahu untuk memiliki prasangka apa pun, selain bahwa itu adalah penyakit orang tua,” ucap Emily.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa artritis tidak hanya dialami orang dewasa. Anak-anak juga dapat mengalami peradangan sendi yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan khusus.
Anak dengan JIA Perlu Dipantau terhadap Risiko Uveitis
Selain masalah pada sendi, Emily juga menghadapi kekhawatiran mengenai uveitis, yaitu peradangan pada bagian dalam mata yang dapat mengganggu penglihatan.
Sebagian anak dengan JIA berisiko mengalami uveitis, dan kondisi ini terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala dapat menjadi bagian penting dari pemantauan anak dengan JIA sesuai rekomendasi dokter.

