JAKARTA – Perusahaan farmasi Johnson & Johnson melaporkan hasil awal uji klinis obat eksperimental JNJ-6143 untuk pasien kanker prostat stadium lanjut. Dalam penelitian tahap awal, obat yang dikonsumsi sekali sehari itu menunjukkan aktivitas antitumor pada sejumlah pasien yang sebelumnya telah menjalani beberapa jenis pengobatan.

Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam kongres European Society for Medical Oncology (ESMO). Mengutip Reuters, Sabtu (24/10/2026), Johnson & Johnson menyebut JNJ-6143 memiliki mekanisme kerja yang dirancang untuk menargetkan sel kanker dengan mengganggu protein yang dibutuhkan sel tersebut untuk bertahan hidup.

Meski hasil awal menunjukkan respons terhadap pengobatan, JNJ-6143 masih merupakan obat eksperimental. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai manfaat klinis, keamanan, dan efektivitasnya dalam jangka panjang.

Hasil Uji Klinis JNJ-6143 pada Kanker Prostat

Dalam uji klinis tersebut, sebanyak 77 persen dari 31 pasien yang dapat dievaluasi dan menerima dosis 50 miligram mengalami penurunan kadar prostate-specific antigen (PSA) sedikitnya 50 persen.

PSA merupakan protein yang diproduksi oleh sel prostat dan kadarnya dapat diukur melalui tes darah. Pada pasien kanker prostat, pemeriksaan PSA digunakan untuk membantu memantau kondisi penyakit dan respons terhadap pengobatan. Penurunan kadar PSA dapat menjadi salah satu indikator respons terapi, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kanker telah menghilang.

Selain itu, sebanyak 48 persen pasien dalam kelompok tersebut mengalami penurunan kadar PSA sedikitnya 90 persen.