ORASI.ID — Kebakaran lahan terjadi di sekitar Perumahan Permata Land 2, Blok Jasper 2, RT 11, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Kobaran api yang melahap semak belukar seluas kurang lebih satu hektare itu sempat memicu kepanikan warga karena lokasinya hanya berjarak sekitar 10 meter dari permukiman.

Menurut informasi yang dihimpun redaksi, peristiwa tersebut terjadi selepas salat Magrib. Satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) bersama petugas kepolisian dari Polsek Kotabaru dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kapolsek Kotabaru, Polresta Jambi, AKP Riko Saputra, S.H., M.H., saat dikonfirmasi mengatakan bahwa api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

“Sudah padam, tinggal pendinginan,” ujar Kapolsek.

Terkait penyebab kebakaran, Riko menyebut terdapat indikasi awal bahwa api berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Namun, hingga kini belum diketahui siapa yang diduga melakukan pembakaran tersebut.

“Indikasi bakar sampah, tapi saksi tidak ada yang tahu siapa yang bakar,” ungkapnya.

Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan juga menceritakan, awalnya ia mengira kepulan asap berasal dari aktivitas pembakaran sampah. Namun, api ternyata dengan cepat membesar dan merambat ke area semak belukar.

“Tadinya berpikir orang bakar sampah. Ternyata apinya cepat meluas,” ujarnya di lokasi kejadian.

Kekhawatiran warga semakin meningkat karena area yang terbakar berbatasan dengan kawasan hutan kota dan berada dekat dengan permukiman. Terlebih, wilayah Jambi sebelumnya melewati periode kemarau panjang yang diwarnai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut warga tersebut, kebakaran serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan itu. Insiden sebelumnya dilaporkan terjadi sekitar September lalu, tetapi kebakaran kali ini dinilai lebih besar.

“Kebakaran di sini sudah dua kali terjadi, sekitar bulan September lalu, namun ini lebih parah dari sebelumnya,” tambahnya.

Warga pun mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap kawasan tersebut, termasuk aktivitas di area perumahan yang masih dalam proses pembangunan oleh pihak pengembang (developer).

Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan imbauan serta melakukan pengawasan secara serius, baik terhadap aktivitas masyarakat maupun pengelolaan lahan oleh pengembang. Langkah pencegahan dinilai penting agar kebakaran tidak kembali terjadi dan membahayakan keselamatan warga maupun lingkungan sekitar.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran lahan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Indikasi awal kebakaran akibat aktivitas pembakaran sampah masih perlu didalami untuk memastikan sumber api dan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.