JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang perairan lepas pantai Tokyo, Jepang, pada Jumat (6/11/2026) malam waktu setempat. Badan Meteorologi Jepang (JMA) memastikan tidak ada peringatan potensi tsunami yang dikeluarkan setelah gempa terjadi.

JMA melaporkan gempa tersebut terjadi sekitar pukul 19.39 waktu setempat di wilayah perairan lepas pantai Kanto. Gempa tercatat memiliki kedalaman dangkal sehingga getarannya dirasakan di sejumlah wilayah.

Mengutip The Japan Times, berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada di laut sekitar 169 kilometer sebelah tenggara Asahi, wilayah di sebelah timur ibu kota Tokyo.

JMA mencatat gempa tersebut memicu intensitas seismik level 3 pada skala intensitas khas Jepang yang memiliki tujuh tingkatan. Pada tingkat ini, guncangan umumnya dapat dirasakan oleh hampir seluruh orang yang berada di dalam ruangan. Barang-barang yang diletakkan di rak juga berpotensi mengalami getaran.

Hingga laporan ini disusun, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban luka dan jiwa akibat gempa tersebut.

Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tinggi di dunia. Negara kepulauan yang dihuni sekitar 125 juta jiwa ini berada di kawasan pertemuan empat lempeng tektonik utama, tepatnya di sepanjang tepi barat Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Kondisi geologis tersebut menyebabkan Jepang kerap mengalami aktivitas gempa bumi sepanjang tahun. Sebagian besar gempa yang terjadi memiliki intensitas ringan, meskipun dampaknya dapat berbeda-beda bergantung pada lokasi, kedalaman pusat gempa, dan kekuatan guncangannya.