Jakarta – Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin dimanfaatkan perusahaan untuk mendeteksi potensi gangguan infrastruktur teknologi informasi (IT) sebelum berdampak pada operasional dan layanan digital. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Helios Informatika Nusantara (Helios) menggandeng perusahaan teknologi asal India, Motadata, untuk menghadirkan solusi pemantauan dan pengelolaan layanan IT berbasis AI di Indonesia.

CEO PT Helios Informatika Nusantara, Royani Lo, mengatakan semakin kompleksnya infrastruktur digital membuat perusahaan membutuhkan kemampuan pemantauan yang lebih menyeluruh. Perusahaan tidak cukup hanya memantau kondisi sistem, tetapi juga perlu mengenali anomali yang berpotensi menjadi gangguan.

“Saat ini banyak perusahaan menjalankan kombinasi antara on-premise, cloud, network, aplikasi, dan berbagai perangkat lainnya. Di sisi lain, mereka juga menggunakan berbagai tools untuk melakukan monitoring,” kata Royani dalam keterangannya, Rabu (4/11).

“Ketika jumlah sistem yang harus dipantau semakin banyak, tim IT tidak hanya menghadapi tantangan visibilitas, tetapi juga bagaimana mengenali anomali yang mungkin terlewat di antara begitu banyak informasi dari berbagai tools monitoring tersebut,” lanjutnya.

Tantangan tersebut dihadapi berbagai sektor yang bergantung pada ketersediaan layanan digital, seperti perbankan, jasa keuangan, telekomunikasi, manufaktur, hingga kesehatan.

Perusahaan yang mengoperasikan sistem lama (legacy systems), aplikasi berbasis cloud, serta perangkat yang tersebar di berbagai lokasi membutuhkan sistem pemantauan infrastruktur secara terintegrasi.