CEO Motadata, Amit Singhala, mengatakan perusahaan di Indonesia kini mengoperasikan semakin banyak sistem yang tersebar di berbagai lokasi. Kondisi tersebut membuat tim IT membutuhkan pemantauan yang terintegrasi.
“Perusahaan di Indonesia kini menjalankan lebih banyak sistem di berbagai lokasi, sehingga tim IT membutuhkan satu pandangan yang jelas terhadap keseluruhan infrastrukturnya,” ujar Amit.
Helios Sediakan Dukungan Implementasi Lokal
Dalam kemitraan ini, Helios bertindak sebagai distributor bernilai tambah atau value-added distributor. Perusahaan tersebut akan membantu pelanggan mengevaluasi kebutuhan teknologi, merencanakan implementasi, hingga mengintegrasikan platform Motadata dengan infrastruktur IT yang telah digunakan.
Helios juga menyediakan dukungan teknis lokal untuk menyesuaikan penerapan teknologi dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Menurut Amit, kerja sama dengan Helios juga membantu Motadata memahami kebutuhan integrasi dan kepatuhan di pasar Indonesia.
“Bekerja sama dengan Helios juga membantu kami memahami kebutuhan integrasi dan kepatuhan di pasar Indonesia dengan lebih baik,” kata Amit.
Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan menargetkan pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung pemantauan infrastruktur IT yang lebih terintegrasi. Kemampuan mendeteksi anomali dan mengotomatisasi pengelolaan layanan diharapkan dapat membantu perusahaan mengantisipasi gangguan sebelum memengaruhi operasional bisnis.

