Jakarta — Menidurkan anak pada malam hari terkadang menjadi tantangan bagi orang tua. Tidak jarang anak menolak tidur dan masih ingin bermain atau melakukan aktivitas lainnya.
Padahal, tidur malam yang cukup penting bagi anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Sebagian besar anak dapat terlelap sekitar 20 menit setelah berbaring di tempat tidur apabila kondisi dan rutinitas tidurnya mendukung.
Kebutuhan tidur juga berbeda berdasarkan usia. Anak usia sekolah membutuhkan sekitar 9-12 jam tidur per malam, sedangkan remaja membutuhkan sekitar 8-10 jam.
Karena itu, orang tua perlu membangun kebiasaan yang dapat membantu anak lebih tenang menjelang waktu tidur.
1. Buat Rutinitas Sebelum Tidur
Rutinitas sebelum tidur dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan tenang. Mengutip Kids Health, orang tua dapat mengajak anak melakukan aktivitas yang bersifat menenangkan.
Beberapa pilihan yang dapat dilakukan antara lain mandi air hangat, mendengarkan musik yang menenangkan, latihan pernapasan dalam, atau melakukan peregangan ringan.
Rutinitas yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi tanda bagi tubuh anak bahwa waktunya untuk beristirahat sudah tiba.
2. Batasi Cahaya dan Penggunaan Perangkat Elektronik
Cahaya terang dan paparan cahaya biru dari perangkat elektronik dapat mengganggu persiapan tubuh untuk tidur.
Orang tua dapat menggunakan lampu dengan cahaya redup agar suasana kamar lebih nyaman. Penggunaan perangkat elektronik juga sebaiknya dibatasi menjelang waktu tidur.
Gunakan fitur night setting jika perangkat masih diperlukan. Para ahli juga menyarankan agar layar dijauhkan setidaknya satu jam sebelum tidur.

