Tanjung Jabung Timur – PT Agrotema Mandiri Abadi (AMA) kembali menjadi sorotan. Perusahaan yang dikenal arogan ini diduga kuat mengabaikan sejumlah janji manis yang pernah disampaikan kepada pemerintah setempat maupun tokoh masyarakat di Mendahara Ulu, khususnya terkait penerimaan tenaga kerja dan keberadaan serikat pekerja.
Tidak hanya melupakan komitmen kepada pemerintah daerah, PT AMA juga disebut-sebut mencederai janji kepada tokoh masyarakat Mendahara Ulu soal penerimaan karyawan yang dinilai tidak fair atau tidak adil.
Modus Perekrutan Terlihat Jelas di Hotel Abadi Jambi
Dugaan permainan dalam proses rekrutmen karyawan mencuat ke permukaan saat berlangsungnya sesi wawancara atau interview beberapa waktu lalu di Hotel Abadi, Kota Jambi.
Dalam momen tersebut, terlihat dengan terang-terangan salah satu manager PT Agrotema Mandiri Abadi (AMA) membawa peserta interview menggunakan mobil. Diperkirakan sekitar 7 hingga 8 orang peserta interview berasal dari Sungai Bahar, yang nota bene bukan warga Tanjung Jabung Timur.
“Fakta itu sudah cukup membuktikan adanya permainan perekrutan di internal PT AMA. Mereka membawa peserta dari luar daerah, sementara warga lokal justru dikesampingkan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Janji Manis yang Kini Tinggal Cerita
Sejak awal kehadirannya, PT AMA disebut telah menyampaikan berbagai janji manis kepada pemerintah setempat, termasuk komitmen terkait tenaga kerja dan serikat pekerja. Namun, janji-janji tersebut kini dinilai hanya tinggal cerita tanpa realisasi.

