Jakarta — Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyatakan keinginannya untuk “mengambil alih” Kuba di tengah krisis listrik dan tekanan ekonomi yang sedang melanda negara kepulauan di Karibia tersebut.

Pernyataan terbaru itu disampaikan Trump pada Senin (16/3) di Gedung Putih. Komentar tersebut muncul setelah serangkaian kebijakan luar negeri agresif yang dikaitkan dengan pemerintahannya, termasuk ketegangan dengan Iran dan konflik politik di Venezuela.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump menyebut bahwa Kuba saat ini berada dalam kondisi yang lemah dan membuka kemungkinan bagi Amerika Serikat untuk mengambil langkah lebih jauh terhadap negara tersebut.

“Anda tahu, sepanjang hidup saya, saya selalu mendengar tentang Amerika Serikat dan Kuba. Kapan Amerika Serikat akan melakukannya?” kata Trump, seperti dikutip dari Agence France-Presse (AFP).

“Saya yakin saya akan… mendapat kehormatan untuk mengambil alih Kuba,” ujar Trump.

Ia juga menambahkan bahwa Kuba saat ini merupakan negara yang sangat lemah.

Kuba dilanda pemadaman listrik besar

Menurut laporan AFP, Kuba tengah menghadapi pemadaman listrik berskala nasional. Kondisi tersebut dikonfirmasi oleh perusahaan listrik negara, Union Nacional Electrica de Cuba (UNE), yang menyatakan bahwa pemulihan aliran listrik sedang diupayakan.

Sistem pembangkit listrik di Kuba diketahui sudah tua dan mengalami berbagai masalah teknis. Di beberapa wilayah, pemadaman listrik bahkan bisa berlangsung hingga 20 jam dalam sehari akibat kekurangan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Situasi ekonomi Kuba juga semakin tertekan sejak jatuhnya sekutu utama negara itu di Venezuela, yaitu Nicolas Maduro. Dampaknya semakin terasa setelah Amerika Serikat mempertahankan blokade minyak yang membuat pasokan energi ke Kuba terganggu.

Sejak 9 Januari, tidak ada impor minyak yang masuk ke Kuba. Kondisi tersebut berdampak pada sektor energi dan memaksa sejumlah maskapai mengurangi penerbangan ke pulau tersebut, yang juga menjadi pukulan bagi sektor pariwisata.