Jakarta — Portugal dikenal sebagai salah satu negara dengan tradisi sepak bola yang kuat. Negara tersebut telah melahirkan sederet pemain kelas dunia dari berbagai generasi, mulai dari Eusébio, Luís Figo, hingga Cristiano Ronaldo.
Pada era 1960-an, Eusébio menjadi salah satu legenda terbesar sepak bola Portugal. Ia turut membawa negaranya meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 1966 dan dikenal sebagai salah satu pencetak gol paling mematikan dalam sejarah.
Memasuki era 1990-an hingga 2000-an, Portugal kembali melahirkan sederet pemain ternama seperti Luís Figo, Rui Costa, Deco, dan Ricardo Carvalho.
Generasi berikutnya kemudian menghadirkan Cristiano Ronaldo yang memegang rekor penampilan dan gol terbanyak sepanjang masa untuk tim nasional Portugal.
Ronaldo bersama sejumlah pemain seperti Pepe, Nani, dan João Moutinho membawa Portugal meraih gelar mayor pertama dengan menjuarai Euro 2016, kemudian UEFA Nations League 2019.
Pemimpin Portugal yang Tak Suka Sepak Bola
Di tengah besarnya kecintaan masyarakat Portugal terhadap sepak bola, negara tersebut pernah memiliki pemimpin yang justru tidak menyukai olahraga tersebut.
Dia adalah António de Oliveira Salazar, perdana menteri sekaligus pemimpin otoriter Portugal.
Salazar secara terbuka tidak menyukai sepak bola yang dianggapnya sebagai olahraga tidak disiplin dan kacau. Ia lebih memilih senam.
Salazar memiliki latar belakang sebagai akademisi. Meski demikian, pemerintahan otoriternya memiliki berbagai instrumen kekuasaan, termasuk polisi rahasia, badan legislatif yang dikendalikan, undang-undang yang membatasi aktivitas oposisi, hingga organisasi pemuda yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai rezim.
Meski secara pribadi tidak menyukai sepak bola, Salazar tetap memanfaatkan olahraga tersebut untuk kepentingan politik pemerintahannya.
Salah satunya melalui pembangunan Stadion Nasional atau Estádio Nacional do Jamor yang diresmikan pada 1944 di dekat Lisbon.
Stadion tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk acara massal organisasi pemuda Mocidade Portuguesa dan pertandingan final Piala Portugal.
Klub-klub besar seperti Sporting CP dan S.L. Benfica juga kerap dikaitkan dengan rezim karena memiliki basis pendukung yang besar dan meraih kesuksesan di tingkat internasional.

