Jakarta — Pemerintah pusat mulai menangani dampak kesehatan akibat kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Sebanyak 154 warga dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut akibat paparan asap kebakaran.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah turun langsung untuk menangani masyarakat terdampak.

“Kementerian Kesehatan sudah masuk untuk penanganan itu,” kata Pratikno saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (3/7).

Menurut Pratikno, selain Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengirimkan bantuan logistik, termasuk masker, kepada warga di sekitar lokasi kebakaran.

“Saya juga sudah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB yang sejak beberapa hari lalu sudah masuk ke sana, ditopang oleh kementerian teknis, termasuk Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Pratikno menambahkan pemerintah juga mulai membahas langkah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Dinkes Waspadai Risiko Pneumonia

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan pihaknya mewaspadai kemungkinan komplikasi ISPA menjadi pneumonia, terutama pada balita dan kelompok rentan.

Menurut Hendra, seluruh kasus ISPA yang tercatat masih dalam penanganan dan hingga kini belum ditemukan pasien yang mengalami komplikasi pneumonia.

“Yang paling penting dijaga jangan sampai mereka itu menjadi pneumonia. Kalau dia jadi pneumonia akan berbahaya, karena pneumonia pada balita atau orang yang rentan bisa menyebabkan kematian gitu,” ujarnya.

Ia mengimbau warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau posko kesehatan yang telah disediakan pemerintah.

“Kalau ISPA segera diobati, insyaallah tidak akan berkembang menjadi pneumonia. Yang berbahaya itu kalau tidak terdeteksi dan tidak mendapat penanganan,” katanya.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendirikan lima posko kesehatan di sekitar lokasi kebakaran dan mengerahkan 50 tenaga medis.

“Sekarang ini kita tingkatkan menjadi 50 orang, gitu. Dengan tambahan dari Puskesmas sekitar yang ada di wilayah bencana,” jelas Hendra.