Rezim Berakhir dalam Revolusi Anyelir

Pemerintahan otoriter Portugal akhirnya berakhir pada 25 April 1974 melalui kudeta militer yang dikenal sebagai Carnation Revolution atau Revolusi Anyelir.

Gerakan tersebut dipimpin oleh Movimento das Forças Armadas (MFA) atau Gerakan Angkatan Bersenjata.

Nama Revolusi Anyelir merujuk pada peristiwa ketika seorang pekerja restoran di Lisbon bernama Celeste Caeiro membagikan bunga anyelir kepada para tentara.

Warga yang menyambut perubahan politik kemudian mengikuti tindakan tersebut dengan meletakkan bunga anyelir di moncong senapan dan seragam para tentara.

Peristiwa itu menjadi titik penting perubahan politik dan pemerintahan Portugal. Revolusi Anyelir mengakhiri rezim Estado Novo yang telah berkuasa selama beberapa dekade dan membuka jalan menuju pemerintahan demokratis.

Perubahan politik tersebut turut membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat Portugal, termasuk sepak bola yang memasuki era baru setelah berakhirnya pemerintahan otoriter.