Penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara jumlah minuman panas yang dikonsumsi dan risiko SCC. Partisipan yang mengonsumsi enam minuman panas atau lebih setiap hari memiliki risiko SCC 71 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari enam minuman panas per hari.
Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil perbandingan dalam penelitian dan tidak berarti bahwa setiap orang yang meminum enam cangkir kopi atau teh panas setiap hari akan mengalami kanker.
Menurunkan Suhu Minuman Bisa Mengurangi Risiko
Para peneliti menyebutkan bahwa menurunkan suhu minuman dapat menjadi salah satu langkah yang berpotensi mengurangi risiko SCC kerongkongan.
“Dengan asumsi adanya hubungan sebab-akibat antara suhu minuman yang dipilih dengan risiko SCC esofagus, diperkirakan 14 persen kasus SCC esofagus dapat dicegah jika individu yang biasa mengonsumsi minuman pada suhu ‘sangat panas’ beralih mengonsumsinya pada suhu ‘panas’,” tulis peneliti seperti dikutip dari Science Alert.
Pernyataan tersebut bersifat perkiraan berdasarkan asumsi adanya hubungan sebab-akibat. Karena itu, angka 14 persen tidak dapat diartikan sebagai jaminan bahwa menurunkan suhu minuman akan mencegah kanker pada setiap individu.
Ada pula keterbatasan dalam penelitian ini. Suhu minuman yang dianalisis tidak selalu mencerminkan suhu sebenarnya saat diminum karena data yang digunakan didasarkan pada preferensi suhu yang dilaporkan oleh para partisipan.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan bukti mengenai hubungan antara kebiasaan mengonsumsi minuman sangat panas dan risiko kanker kerongkongan, tetapi belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

