“Kita bekerjasama dengan Kantor Bea Cukai Bandara Soetta dan berhasil menyelamatkan kurang-lebih 106.353 generasi di Indonesia,” kata Wisnu.

Pengungkapan tiga laboratorium tersebut merupakan bagian dari pengembangan kasus peredaran narkotika yang ditangani Polresta Bandara Soetta. ANTARA melaporkan pengungkapan jaringan ini berasal dari enam laporan polisi yang ditangani sepanjang Juli hingga September 2026.

Barang Bukti Etomidate dan Sabu

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan produksi dan peredaran etomidate dalam bentuk vape.

Barang bukti yang disebutkan antara lain 2,250 kg etomidate cair, 779,7 vape etomidate siap edar, 8,78 kg etomidate bubuk, 5,32 kg etomidate bubuk, 25 cartridge etomidate, dan 223 cartridge etomidate siap edar, serta 3,9 gram sabu.

“Total keseluruhan mencapai 3,29 kg etomidate cair, 13,11 kg etomidate bubuk, 249 cartridge siap edar dan 2,250 kg sabu, yang jika dikonversikan nilainya setara Rp145 M,” ujar Wisnu.

Selain pengungkapan Polresta Bandara Soetta, kasus etomidate juga tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum di sejumlah wilayah. Sebelumnya, Polri mengungkap jaringan internasional yang menggunakan sebuah apartemen di Jakarta Utara sebagai laboratorium gelap untuk memproduksi vape mengandung etomidate.

Etomidate Ditemukan dalam Produk Vape

Etomidate merupakan obat yang digunakan dalam dunia medis untuk membantu induksi anestesi umum dan diberikan melalui suntikan intravena. Penggunaan zat tersebut melalui vape bukan merupakan metode pemberian dalam pengobatan.