Jakarta — Kenaikan suhu akibat perubahan iklim tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas dan pendapatan usaha mikro dan kecil di Indonesia.

Temuan tersebut berasal dari penelitian berjudul Productivity impact of temperature change: evidence from Indonesia household-based enterprises survey yang dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama peneliti dari College of William & Mary.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Environment and Development Economics pada April 2026 tersebut menggunakan data usaha rumah tangga dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) yang dikombinasikan dengan data historis temperatur. Peneliti kemudian menganalisis hubungan perubahan suhu dengan pendapatan usaha dan pendapatan per pekerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan 1 derajat Celsius pada deviasi suhu rata-rata selama 12 bulan berkaitan dengan penurunan pendapatan usaha sebesar 14 persen. Pendapatan per pekerja juga tercatat turun sebesar 21 persen.

Suhu Panas Tekan Produktivitas Pekerja

Penelitian tersebut menemukan bahwa hubungan antara suhu dan produktivitas mengikuti pola berbentuk U terbalik. Artinya, produktivitas dapat meningkat hingga mencapai kondisi suhu tertentu, tetapi kemudian menurun ketika suhu terus meningkat.

Dampak kenaikan suhu juga tidak dirasakan secara sama oleh seluruh jenis usaha. Penelitian menunjukkan bisnis yang lebih kecil mengalami dampak yang lebih besar terhadap produktivitas. Temuan tersebut memperlihatkan kerentanan usaha rumah tangga dan sektor informal terhadap kenaikan suhu.