Pada pilar zakat dan wakaf, perhatian diarahkan pada pengelolaan yang lebih produktif. Adapun di bidang ekonomi syariah, SI berupaya meningkatkan literasi, memperluas inklusi keuangan syariah, dan mencetak lebih banyak pengusaha muslim.

Ferry menilai potensi pengembangan ekonomi umat masih sangat besar, terutama dengan mempertimbangkan jumlah umat Islam di Indonesia dan sejarah panjang perjuangan Syarikat Islam.

“Potensi yang dimiliki sangat besar, mengingat jumlah umat muslim di Indonesia serta sejarah panjang perjuangan SI,” katanya.

Selain ekonomi syariah, koperasi, serta zakat dan wakaf, kongres juga menempatkan ekologi dan keberlanjutan serta kewirausahaan umat sebagai bagian dari lima pilar utama yang diusung.

Melalui kongres yang berlangsung hingga 20 Oktober 2026 tersebut, Syarikat Islam mengangkat agenda dakwah ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat peran umat dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan kebangsaan.