Al Haris mengatakan jarak pandang saat itu berada di kisaran 1.000 meter, sedangkan standar penerbangan yang disebutkannya harus berada di atas 1.800 meter.
“Kendala kita yang pertama, kita tidak bisa melakukan langkah-langkah Water Bombing (bom air) karena sampai hari ini jarak pandang kita masih di angka 1.000 meter. Padahal, standar penerbangan itu harus di atas 1.800 meter,” jelas Al Haris.
Kondisi tersebut membuat operasi water bombing belum dapat dilakukan sesuai rencana. Tim masih harus mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan sebelum mengerahkan armada udara untuk memadamkan titik api.
Operasi Modifikasi Cuaca Menunggu Kondisi Mendukung
Upaya penanganan karhutla juga mencakup Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Namun, pelaksanaannya masih menunggu kondisi cuaca, pertumbuhan awan, dan jarak pandang yang memungkinkan.
Al Haris menyebut tim telah bersiap untuk menjalankan operasi tersebut. Berdasarkan keterangannya, TMC dapat dilaksanakan apabila kondisi pada malam hari sekitar pukul 19.00 memungkinkan.
Upaya pemadaman di darat dan persiapan operasi udara terus dilakukan untuk membantu mengendalikan karhutla serta mengurangi dampak kabut asap yang menyelimuti Jambi.

