Karena secara umum kode OTP atau kode verifikasi diterima korban dan diinput pelaku, maka dengan metode terbalik yaitu pelaku mengirim kode verifikasi lalu korban input pada aplikasi whatsapp di HP nya sendiri tentunya bagi pengguna awam hal ini tidak terlihat mencurigakan terutama jika dikemas dengan bahasa yang meyakinkan korban.

Berikut contoh modus dan metode penipuan yang akhir-akhir ini digunakan pelaku:

  1. Pelaku menghubungi korban dengan berbagai modus.
  2. Setelah pelaku mendapat konfirmasi (persetujuan korban), pelaku akan berupaya login di perangkat pelaku dengan nomor Whatsapp korban.Orasi.ID
  3. Setelah mendapatkan kode konfirmasi, Pelaku akan mengirimkan kode konfirmasi tersebut kepada korban.
  4. Pelaku akan meminta korban untuk melihat notifikasi Whatsapp dan meminta korban untuk melakukan konfirmasi, berikut tampilan yang akan muncul pada HP korban:
    Orasi.ID
  5. Setelah korban klik “Konfirmasi” maka korban diminta untuk mengisi kode konfirmasi yang telah diberikan.
    Orasi.ID
  6. Setelah korban mengisi kode konfirmasi tersebut, maka Whatsapp dan seluruh chat korban dapat diakses oleh pelaku.

Tim redaksi orasi.id juga menemukan berbagai modus penipuan yang digunakan untuk melakukan pinjaman atas nama korban kepada kontak-kontak whatsapp korban, selain itu tim redaksi juga menemukan adanya penggunaan identitas korban untuk pembuatan rekening digital yang tidak memerlukan verifikasi KYC agar rekening tersebut dapat dibuat atas nama korban dan tidak dicurigai oleh kerabat korban.

Jangan Asumsikan Kode Verifikasi sebagai Kode Paket

Hal penting yang harus dipahami pengguna adalah kode keamanan WhatsApp bukan kode untuk menerima atau mengonfirmasi paket.