Pelaku mungkin mengetahui nama penerima, nomor telepon, alamat, atau informasi mengenai paket.
Namun, informasi tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa orang tersebut merupakan kurir resmi.
Masyarakat tetap perlu melakukan verifikasi melalui kanal resmi.
Jika memang ada paket yang sedang dikirim, status pengiriman biasanya dapat diperiksa menggunakan nomor resi melalui layanan resmi perusahaan ekspedisi.
Penipuan Digital Tidak Selalu Berujung pada Permintaan Uang
Masyarakat sering menganggap penipuan sebagai tindakan yang selalu berakhir dengan permintaan transfer uang.
Padahal, modus penipuan digital dapat dimulai dari upaya memperoleh akses terhadap akun korban.
Setelah akun dikuasai, pelaku dapat mencoba menghubungi orang-orang yang ada dalam daftar kontak korban untuk melakukan penipuan lanjutan.
Karena itu, keamanan akun digital perlu diperlakukan sama seriusnya dengan keamanan uang dan data pribadi.
Hal yang Perlu Diingat
Ada beberapa prinsip sederhana yang dapat diterapkan pengguna WhatsApp:
Jangan pernah memberikan kode keamanan kepada orang lain.
Jangan mengonfirmasi perangkat yang tidak Anda kenali.
Jangan mengikuti instruksi keamanan dari orang yang tidak dikenal.
Jangan menginputkan kode apapun sebelum membaca dengan baik pemberitahuan pada form yang tampil.
Jika berkaitan dengan paket, verifikasi melalui kanal resmi ekspedisi.
Jika ragu, hentikan proses terlebih dahulu.
Modus mengatasnamakan kurir menunjukkan bahwa penipuan dapat memanfaatkan situasi sehari-hari yang dianggap biasa oleh masyarakat.

