Kondisi tersebut, menurut sejumlah pihak, berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di tengah komunitas pelestari budaya. Mereka berharap BPK dapat menjalankan fungsi sebagai pengayom seluruh komunitas tanpa membedakan latar belakang maupun kedekatan dengan pihak tertentu.

Para pemerhati budaya menilai pembinaan yang adil dan terbuka merupakan kunci keberhasilan pelestarian budaya. Seluruh komunitas yang memiliki komitmen menjaga warisan budaya seharusnya diberikan kesempatan yang sama untuk terlibat dalam program pelestarian, penelitian, edukasi, maupun kegiatan promosi budaya.

Mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan nominasi KCBN Muara Jambi sebagai Warisan Dunia UNESCO tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen teknis, tetapi juga oleh adanya dukungan nyata dari masyarakat lokal yang menjadi bagian dari ekosistem pelestarian budaya.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan resmi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Jambi maupun Agus Widiatmoko terkait pandangan dan kritik tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi apabila pihak-pihak terkait ingin memberikan penjelasan. (*)