JAKARTA – Samsung Electronics memprediksi kelangkaan chip semikonduktor secara global masih akan berlangsung hingga 2028. Proyeksi tersebut didorong oleh lonjakan permintaan chip memori dari pusat data yang menopang perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Seiring tingginya permintaan tersebut, Samsung juga mengumumkan telah mengamankan sejumlah kontrak pasokan jangka panjang dengan operator pusat data berskala besar di berbagai negara.
Samsung Kantongi Kontrak Jangka Panjang
Produsen chip memori terbesar di dunia itu mengungkapkan telah menandatangani perjanjian pasokan dengan lima operator pusat data terbesar dunia dan sedang mendekati kesepakatan dengan lima perusahaan besar lainnya.
Meski demikian, Samsung belum mengungkap identitas para mitra bisnisnya.
Wakil Presiden Eksekutif Bisnis Memori Samsung, Jaejune Kim, mengatakan hampir seluruh pelanggan kini menginginkan kepastian pasokan melalui kontrak jangka panjang.
“Hampir semua pelanggan meminta kontrak pasokan selama beberapa tahun,” kata Jaejune Kim dalam paparan laporan keuangan perusahaan.
Samsung menargetkan sekitar dua pertiga produksi chip memorinya dipasarkan melalui kontrak jangka panjang tersebut.
Kontrak Minimal Lima Tahun
Menurut Jaejune Kim, sebagian besar kontrak memiliki durasi minimal lima tahun.
Skema kerja sama tersebut umumnya disertai pembayaran di muka dan penetapan batas harga minimum guna mengurangi risiko investasi serta dampak fluktuasi industri semikonduktor.
Strategi ini dinilai mampu memberikan kepastian pendapatan sekaligus menjaga stabilitas produksi di tengah tingginya permintaan global.

