“Pembangunan tidak hanya tentang mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang memastikan bahwa warisan sejarah dan lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang.”
Di balik kemegahan kawasan Candi Muaro Jambi yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Nusantara, terdapat satu pertanyaan penting yang perlu diperhatikan: apakah pembangunan ekonomi yang dilakukan saat ini mampu berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan sejarah? Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika aktivitas pertambangan mulai berkembang di sekitar kawasan cagar budaya tersebut. Sebab, pembangunan yang menggunakan sumber daya alam seharusnya tidak mengorbankan peninggalan sejarah yang memiliki nilai jauh lebih besar daripada sekadar keuntungan ekonomi jangka pendek.
Candi Muaro Jambi merupakan salah satu peninggalan sejarah terbesar di Indonesia yang memiliki nilai budaya, pendidikan, dan arkeologi yang tinggi. Kawasan ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Jambi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas sejarah bangsa. Keberadaan candi menunjukkan bahwa wilayah Jambi memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban masa lalu. Namun, di tengah upaya pelestarian kawasan tersebut, muncul tantangan akibat adanya aktivitas industri dan pertambangan di sekitar wilayah candi.
Menurut saya, pembangunan ekonomi melalui sektor pertambangan memang memiliki manfaat bagi masyarakat, seperti membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan aktivitas ekonomi daerah. Namun, pembangunan tidak boleh hanya dinilai dari keuntungan yang diperoleh saat ini. Pemerintah perlu melihat dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan keberadaan kawasan bersejarah. Candi Muaro Jambi merupakan warisan yang tidak dapat digantikan apabila mengalami kerusakan.

