Narkotika Harus Dicegah Sejak Dini
Penyalahgunaan narkotika merupakan persoalan serius yang membutuhkan pencegahan sejak dini.
Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkotika 2025 yang dilakukan BNN bersama BRIN dan BPS mencatat prevalensi penyalahgunaan narkotika sebesar 2,11 persen pada penduduk usia 15–64 tahun, atau sekitar 4,15 juta orang. Angka tersebut meningkat dari 1,73 persen pada 2023.
Angka tersebut tidak boleh disebut sebagai tingkat penyalahgunaan narkotika pada remaja karena cakupan surveinya adalah penduduk usia 15–64 tahun.
BNN juga menyebut prevalensi pada kelompok usia 15–24 tahun meningkat dari 1,81 persen menjadi 2,53 persen.
Data ini menunjukkan mengapa pencegahan tidak seharusnya menunggu sampai seorang anak terlibat.
Edukasi mengenai narkotika harus dimulai sebelum rasa ingin tahu berubah menjadi keputusan yang berisiko.
Dan pencegahan tidak cukup dilakukan melalui slogan “jauhi narkoba”.
Remaja perlu memahami risiko, memiliki lingkungan pergaulan yang sehat, mempunyai ruang untuk berkembang, serta memiliki orang dewasa yang dapat dipercaya ketika mereka menghadapi tekanan atau persoalan.
Remaja Membutuhkan Ruang untuk Berkembang
Remaja memiliki energi, kreativitas, rasa ingin tahu, dan keinginan untuk diakui.
Pertanyaannya bukan hanya bagaimana membatasi semua itu, tetapi ke mana energi tersebut diarahkan.
Jika ruang yang sehat tidak tersedia, remaja akan mencari ruangnya sendiri.
Di sinilah keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah memiliki tanggung jawab yang tidak kecil.
Remaja membutuhkan pilihan.
Olahraga, seni, organisasi, komunitas, kegiatan sosial, kewirausahaan maupun kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk menyalurkan energi sekaligus menemukan potensi.
Di sana mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab, menghadapi kegagalan, dan menghargai proses.
Menurut saya, kita terlalu sering mengatakan kepada remaja apa yang tidak boleh mereka lakukan.
Padahal, kita juga harus menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan.
Remaja tidak hanya membutuhkan larangan.
Mereka membutuhkan alasan untuk memilih sesuatu yang lebih baik.

