Jakarta — Tiga rumah prototipe yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tetap berdiri setelah diguncang gempa berkekuatan M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Ketiga rumah tersebut berada di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
BRIN sebelumnya membangun tiga prototipe rumah cepat bangun sebagai bagian dari pengembangan teknologi konstruksi tahan gempa pada 2021-2022.
Teknologi tersebut dikembangkan untuk menjadi salah satu pilihan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.
Hasil pemantauan pascagempa menunjukkan tidak ditemukan retak struktural pada bagian dinding, kolom, maupun fondasi ketiga bangunan tersebut.
Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat kosmetik. Sebagian keramik dinding kamar mandi terlepas dari ikatan semen pada panel Sandwich EPS dan pecah akibat guncangan.
Teknologi Rumah BRIN Tahan Gempa
Perekayasa Ahli Muda BRIN, Vian Marantha Haryanto, mengatakan rumah tersebut dirancang dengan teknologi konstruksi tahan gempa untuk diterapkan di wilayah dengan risiko kegempaan tinggi, termasuk NTT.
“Hasil ini membuktikan bahwa desain dan metode konstruksi yang kami terapkan mampu melindungi struktur bangunan, dan yang terpenting, melindungi keselamatan penghuninya, bahkan saat diguncang gempa sebesar ini,” ungkap Vian dalam keterangannya, Selasa (18/8).
Meski kondisi struktur ketiga rumah masih baik berdasarkan pemantauan lapangan, BRIN akan melakukan pengujian lebih lanjut untuk mendapatkan validasi teknis melalui pengujian di laboratorium.
Pengujian tersebut direncanakan menggunakan uji siklik sesuai SNI 3966:2012 di laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur. Pengujian akan dilaksanakan pada 2026.
“Gempa besar yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menjadi ujian lapangan bagi teknologi tersebut,” imbuh Vian.
Dalam dokumentasi kondisi bangunan per 16 Agustus 2026, ketiga prototipe rumah BRIN dilaporkan masih berdiri.
Dokumentasi tersebut juga memperlihatkan bangunan SD Rangko yang mengalami kerusakan pada struktur bangunan akibat gempa.

