Ada Teknologi Rubber Bearing Seismic
Pengembangan rumah modular tahan gempa BRIN telah dilakukan selama beberapa tahun.
Teknologi tersebut mulai dikembangkan sejak 2019 melalui pembangunan dua unit rumah di Kabupaten Tangerang. BRIN kemudian membangun prototipe rumah dua lantai di Kabupaten Lebak pada 2021 dan tiga unit rumah di NTT pada akhir 2021.
Dalam proses pengembangan, BRIN juga menyempurnakan teknologi konstruksi yang digunakan.
Salah satunya diterapkan pada rumah modular tahan gempa generasi kedua yang dilengkapi rubber bearing seismic. Komponen tersebut berfungsi membantu meredam getaran akibat gempa.
Teknologi rubber bearing seismic menggunakan karet alam atau polimer elastis sebagai bahan dasar. Komponen tersebut bekerja dengan memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan.
“Ketika terjadi gaya geser akibat gempa, komponen tersebut dirancang untuk membantu menahan gaya geser sehingga dampak guncangan yang diterima struktur bangunan dapat dikurangi,” jelas Vian.
BRIN Dorong Rumah Tahan Gempa Direplikasi
Hasil evaluasi terhadap tiga rumah di Labuan Bajo akan menjadi masukan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN mendorong pemerintah daerah dan pemerintah pusat mempercepat pemulihan rumah warga terdampak dengan mengadopsi standar konstruksi tahan gempa.
BRIN juga mendorong agar model rumah tahan gempa tersebut dapat direplikasi secara lebih luas, bukan hanya di NTT, tetapi juga di wilayah Indonesia lainnya yang memiliki risiko gempa.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat keselamatan hunian masyarakat sekaligus mengurangi risiko kerusakan bangunan ketika gempa terjadi di masa mendatang.
Selain teknologi konstruksi, BRIN menilai mitigasi melalui kebijakan juga perlu diperkuat. Salah satu rekomendasinya adalah mengintegrasikan edukasi mitigasi bencana dan standar bangunan tahan gempa ke dalam kebijakan perumahan daerah.
“Dengan demikian, pembangunan kembali pascabencana tidak hanya diarahkan untuk mengganti bangunan yang rusak, tetapi sekaligus meningkatkan ketahanannya terhadap potensi bencana berikutnya,” katanya.

