FLORES, NTT – Jaringan Caritas Indonesia memperkuat respons kemanusiaan bagi penyintas gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 lalu.
Memasuki pekan kedua masa tanggap darurat, bantuan dikerahkan melalui empat keuskupan terdampak, yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng, dan Keuskupan Labuan Bajo, Sabtu (21/8/26).
Berdasarkan data BNPB per 20 Agustus 2026, sebanyak 82.691 orang terdampak masih berada dalam kondisi pengungsian. Kebutuhan pangan, air bersih, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial diperkirakan masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.
Caritas Indonesia mengirimkan 180 kilogram obat-obatan dan peralatan medis untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi bencana. Tim dokter dan tenaga medis tambahan juga dikerahkan untuk memperkuat layanan di wilayah Keuskupan Agung Ende dan Keuskupan Ruteng.
Pada 19–20 Agustus 2026, jaringan Caritas Indonesia tercatat telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 661 pasien, terdiri dari 247 laki-laki dan 405 perempuan, termasuk anak-anak. Keluhan yang banyak ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sementara hipertensi, diabetes, kolesterol, dan COPD banyak ditemukan pada kelompok lansia.
Layanan kesehatan menjangkau sejumlah lokasi pengungsian, antara lain Satar Padut dan Manggarai Timur. Di Satar Padut, sebanyak 80 pasien telah mendapatkan pelayanan.
Tim kesehatan juga melayani warga di Desa Robek dan sejumlah titik di Kecamatan Reo.

