Sementara itu Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, Yanto Manurung ketika dikonfirmasi terkait hal ini, tidak merespons hingga berita ini terbit. Begitu juga dengan Agus Widiatmoko, Eks Kabalai yang menjabat Direktur Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI. Mereka berdua kompak bungkam.

Kini publik menanti, apakah proyek revitalisasi KCBN Muaro Jambi benar-benar akan menjadi motor kesejahteraan rakyat, atau justru hanya menjadi etalase megah proyek kebudayaan bernilai triliunan rupiah tanpa dampak nyata bagi masyarakat sekitar. (*)