Jakarta — Kuku tidak hanya berfungsi melindungi ujung jari, tetapi juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan tubuh. Dalam beberapa kasus, perubahan bentuk, warna, atau tekstur kuku dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu, termasuk penyakit jantung.

Meski demikian, perubahan pada kuku tidak dapat dijadikan dasar untuk mendiagnosis penyakit jantung. Banyak kondisi medis lain yang dapat menimbulkan tanda serupa. Namun, mengenali perubahan tersebut dapat membantu seseorang lebih waspada dan memeriksakan diri lebih dini apabila disertai gejala lain.

Berikut beberapa perubahan kuku yang diketahui dapat berkaitan dengan penyakit jantung.

1. Ujung Jari Membulat dan Kuku Melengkung (Clubbing)

Salah satu perubahan kuku yang paling sering dikaitkan dengan penyakit jantung adalah clubbing, yaitu kondisi ketika ujung jari membesar dan kuku melengkung ke bawah hingga tampak seperti kubah.

Kondisi ini umumnya terjadi akibat rendahnya kadar oksigen dalam darah dalam waktu lama. Clubbing dapat ditemukan pada beberapa kasus penyakit jantung bawaan, gagal jantung kronis, maupun infeksi katup jantung (endokarditis).

Namun, clubbing juga lebih sering ditemukan pada penyakit paru-paru kronis sehingga diperlukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pastinya.

2. Garis Merah atau Cokelat di Bawah Kuku

Garis tipis berwarna merah kecokelatan yang memanjang di bawah kuku dikenal sebagai splinter hemorrhage.

Perubahan ini terjadi akibat perdarahan kecil pada pembuluh darah di bawah kuku.

Pada sebagian kasus, splinter hemorrhage dapat muncul pada penderita endokarditis atau infeksi pada lapisan dalam jantung. Namun, kondisi ini juga cukup sering disebabkan oleh benturan atau cedera ringan pada kuku.

3. Kuku Berwarna Kebiruan

Perubahan warna kuku menjadi biru atau keunguan disebut sianosis.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh kekurangan oksigen sehingga dapat terjadi pada beberapa penyakit jantung yang mengganggu aliran darah maupun kadar oksigen dalam tubuh.

Apabila kuku berubah kebiruan disertai sesak napas, nyeri dada, bibir membiru, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis karena dapat menjadi keadaan darurat.

4. Sebagian Besar Permukaan Kuku Berwarna Putih

Perubahan yang dikenal sebagai Terry’s nails ditandai dengan hampir seluruh permukaan kuku tampak putih, sementara hanya tersisa garis tipis berwarna merah muda atau kecokelatan di bagian ujung.

Kondisi ini dapat ditemukan pada penderita gagal jantung, tetapi juga dapat terjadi akibat penyakit hati, diabetes, maupun proses penuaan.

Karena itu, Terry’s nails bukan merupakan tanda khusus penyakit jantung.

5. Garis Melintang pada Kuku

Beau’s lines merupakan garis cekung yang melintang di permukaan kuku.

Garis ini muncul ketika pertumbuhan kuku sempat berhenti akibat tubuh mengalami stres berat, misalnya setelah serangan jantung, infeksi berat, operasi besar, atau penyakit serius lainnya.

6. Dasar Kuku Tampak Pucat

Kuku yang terlihat pucat dapat menjadi tanda aliran darah yang kurang optimal.

Pada penderita gagal jantung, kondisi ini dapat terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif sehingga suplai oksigen ke jaringan berkurang.

Namun, kuku pucat juga sangat sering disebabkan oleh anemia, kekurangan zat besi, atau kondisi medis lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Perubahan pada kuku sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai gejala yang mengarah pada gangguan jantung, seperti:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Mudah lelah
  • Jantung berdebar
  • Pusing
  • Pingsan
  • Bibir atau ujung jari membiru

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang, seperti rekam jantung (EKG), ekokardiografi, atau tes darah bila diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.

Perlu Diingat

Perubahan bentuk atau warna kuku bukan merupakan alat diagnosis penyakit jantung. Kondisi tersebut hanya menjadi salah satu petunjuk yang perlu dievaluasi bersama gejala lain dan hasil pemeriksaan medis.

Apabila Anda menemukan perubahan kuku yang tidak kunjung membaik atau disertai keluhan pada jantung maupun pernapasan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini.