Dorong Perdamaian di Timur Tengah
Selain isu keamanan perbatasan, Zahid mengatakan Pakistan ingin terus berkontribusi dalam upaya menciptakan perdamaian di Asia Barat atau Timur Tengah.
Menurutnya, berakhirnya konflik akan membawa dampak positif terhadap stabilitas kawasan, termasuk di sektor ekonomi, pangan, dan energi.
“Dan kita percaya bahwa berakhirnya perang, ini penting untuk mengamankan perdamaian di kawasan ini, Ini penting untuk stabilitas ekonomi kawasan, untuk ketahanan pangan kawasan, tidak hanya kawasan, tetapi seluruh dunia, keamanan energi kawasan dan sekitarnya,” ucap Zahid.
Ia kemudian mencontohkan pembukaan Strait of Hormuz sebagai salah satu hasil dari negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang menurutnya dimediasi oleh Pakistan.
Selat Hormuz sebelumnya menjadi perhatian dunia setelah ditutup sebagai respons Iran terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia, terutama menuju negara-negara di Asia.
Zahid juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati penandatanganan nota kesepahaman (MoU), kemudian melanjutkan negosiasi langsung di Burgenstok, Swiss.
MoU tersebut mencakup penghentian pertempuran di seluruh front, pencairan aset Iran yang dibekukan Amerika Serikat, pembukaan Selat Hormuz, serta pembahasan mengenai masa depan program nuklir Iran.
Melalui negosiasi tersebut, kedua negara juga sepakat membentuk komite kerja yang akan memantau isu nuklir serta proses pencairan aset Iran senilai US$12 miliar.

