Dampak Masih Perlu Diteliti
BMKG menyatakan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampak keberadaan batu apung terhadap masyarakat maupun ekosistem pesisir Papua.
Berdasarkan informasi yang diterima BMKG, material batu apung tersebut telah membentuk daratan baru di sejumlah wilayah pesisir.
Meski demikian, Heri menilai dampak yang paling mungkin terjadi adalah pendangkalan akibat penumpukan sedimen.
“Kalau membahayakan secara signifikan perlu penelitian lebih lanjut, namun akibat material tersebut pasti mengakibatkan pendangkalan di pesisir akibat penumpukan sedimen,” jelas Heri.
BMKG juga menjelaskan batu apung akan terus bergerak mengikuti arus laut secara alami, meski sebagian akan mengendap di kawasan pesisir.
Apabila keberadaan material tersebut mengganggu aktivitas pelayaran, BMKG meyakini penanganan akan dilakukan oleh instansi yang berwenang.
“Namun, jika itu sekiranya membahayakan jalur pelayaran, pasti akan dibersihkan. Pasti pihak pelayaran sudah antisipasi,” pungkasnya.

