Produksi Film Banyak Pindah ke Luar California
Pengacara industri hiburan, Jonathan Handel, menilai krisis tersebut tidak hanya memengaruhi studio film, tetapi juga ribuan bisnis lain yang bergantung pada aktivitas produksi di California Selatan.
“Ini bukan hanya masalah bagi industri hiburan,” kata Handel kepada CBS Los Angeles.
“Ini adalah masalah bagi perekonomian Los Angeles secara keseluruhan. Pemerintahan wali kota berikutnya dan gubernur berikutnya harus menanganinya dengan sangat serius.”
Sebagai respons, para legislator California telah memperluas Program Insentif Pajak Film dan Televisi untuk menarik kembali produksi yang berpindah ke negara bagian lain maupun ke luar negeri.
Namun, menurut pelaku industri, kebijakan tersebut belum mampu menghentikan perpindahan proyek produksi.
Negara bagian seperti Georgia, New Mexico, dan New York, serta negara-negara seperti Kanada dan Inggris, masih menjadi tujuan utama berbagai produksi film berkat insentif pajak yang kompetitif dan infrastruktur yang telah berkembang.
Handel menilai kondisi tersebut akan semakin sulit dibalik apabila perpindahan produksi berlangsung terlalu lama.
“Situasinya sangat sulit. Begitu bisnis berpindah dan bertahan cukup lama di tempat lain, wilayah tersebut akan membangun modal fisik dan sumber daya manusia mereka sendiri, termasuk kru yang sudah terlatih.”
“Akibatnya, jauh lebih sulit membawa bisnis itu kembali dibandingkan mencegahnya pergi sejak awal,” lanjutnya.
Di tingkat federal, anggota parlemen Amerika Serikat juga tengah mempertimbangkan usulan pemberian insentif pajak produksi film dan televisi secara nasional yang dapat dikombinasikan dengan insentif dari masing-masing negara bagian.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak proyek film dan televisi tetap diproduksi di Amerika Serikat.

