JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyatakan siap menjalankan kebijakan pemerintah terkait penetapan harga Liquefied Natural Gas (LNG) sebesar US$13 per MMbtu untuk sektor industri. Kebijakan tersebut diberlakukan mulai Senin (29/6) guna menjaga pasokan gas bumi sekaligus mendukung daya saing industri nasional.
Direktur Utama PGN, Arief K Risdianto, mengatakan perusahaan akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang telah melalui proses pembahasan dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan.
“PGN menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, atas penetapan kebijakan tata kelola harga gas bumi nasional yang telah mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku kepentingan secara berkeadilan,” ujar Arief, Senin (29/6).
Sebagai Subholding Gas Pertamina dan salah satu badan usaha penyalur serta niaga gas bumi, PGN menyatakan siap mengimplementasikan seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Arief menegaskan perusahaan akan terus menjaga keandalan pasokan gas bumi agar kebutuhan sektor industri tetap terpenuhi.
“Kami akan terus memastikan pasokan gas bumi tetap andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung daya saing industri, memperkuat ketahanan energi nasional, serta memberikan manfaat bagi perekonomian dan masyarakat,” pungkas Arief.
Pemerintah Turunkan Harga LNG untuk Industri
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan pemerintah menurunkan harga LNG untuk industri dari kisaran US$20–US$23 per MMbtu menjadi US$13 per MMbtu.
Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Senin (29/6).
Menurut Bahlil, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menerima berbagai aspirasi dari pelaku industri, termasuk sektor keramik dan organisasi pekerja.
“Dalam waktu hampir 10 hari terakhir, kami menerima aspirasi dari asosiasi pelaku industri dari sektor keramik dan beberapa industri lain termasuk dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Atas dasar koordinasi yang baik dengan pimpinan DPR dan Pemerintah, kita telah merumuskan beberapa langkah-langkah solutif untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh teman-teman industri,” kata Bahlil.

