Pembunuhan Skrepetsky juga menambah daftar kasus serangan terhadap individu yang menentang otoritas Rusia di luar negeri.

Pada 2006, mantan agen FSB Alexander Litvinenko meninggal dunia akibat keracunan polonium di Inggris. Kemudian pada 2018, mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia Skripal, selamat dari serangan menggunakan zat saraf Novichok.

Kasus lain terjadi di Jerman pada 2019 ketika veteran separatis Chechnya, Zelimkhan Khangoshvili, ditembak mati oleh seorang warga negara Rusia, yang kemudian memicu ketegangan diplomatik antara Berlin dan Moskow.

Sementara itu, pada 2024, Lithuania menyatakan serangan menggunakan palu terhadap Leonid Volkov, mantan tangan kanan Alexei Navalny di Vilnius, “kemungkinan besar” diorganisir oleh Rusia.

Hingga kini, Moskow terus membantah keterlibatan dalam berbagai kasus serangan terhadap tokoh oposisi maupun pengkritik pemerintah Rusia di luar negeri.