JAKARTA – Aroma menyengat dari cuka tradisional asal Guangdong, China, membuat seorang warga didatangi polisi setelah tetangganya mengira ada mayat yang membusuk di dalam rumah.

Dilansir South China Morning Post, kisah tersebut dibagikan oleh seorang warga Guangdong bernama Chen melalui media sosial.

Chen mengaku rumahnya diperiksa aparat setelah salah seorang tetangganya melaporkan dugaan adanya jasad di dalam rumah akibat bau yang sangat menyengat.

“Tetangga saya mengira saya sedang memasak ‘mayat’,” tulis Chen.

Namun, dugaan tersebut ternyata keliru. Chen saat itu hanya sedang memasak sup menggunakan cuka tradisional khas Guangdong yang memiliki aroma sangat kuat.

Dijuluki “Cuka Bau Kentut”

Cuka tersebut dikenal dengan nama “chopi cu”, yang secara harfiah berarti “fart vinegar” atau “cuka bau kentut”.

Meski namanya terdengar unik, masyarakat Guangdong juga menyebutnya sebagai “cuka panjang umur” karena dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Bahan tradisional ini telah lama menjadi bagian dari kuliner Guangdong dan diwariskan secara turun-temurun.

Berasal dari Legenda

Menurut legenda masyarakat setempat, asal-usul cuka tersebut bermula dari seorang pria miskin yang menyimpan kerak nasi di dalam tempayan sebagai persediaan makanan untuk ibunya yang sedang sakit.

Suatu ketika, air hujan masuk ke dalam tempayan sehingga kerak nasi mengalami fermentasi dan mengeluarkan aroma yang sangat menyengat.

Meski berbau busuk, nasi yang telah difermentasi itu kemudian dimasak dan diberikan kepada sang ibu. Konon, setelah mengonsumsinya, sang ibu berhasil pulih dari penyakitnya.

Sejak saat itu, cairan hasil fermentasi tersebut dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan.