JAKARTA – Penyanyi Katy Perry mengecam Gedung Putih setelah lagunya, Firework (2010), digunakan sebagai musik latar dalam unggahan TikTok resmi yang menampilkan cuplikan serangan militer. Perry menegaskan penggunaan lagu tersebut dilakukan tanpa persetujuannya dan bertentangan dengan makna yang ingin ia sampaikan melalui karya tersebut.

Video yang diunggah akun TikTok resmi Gedung Putih pada Kamis (23/7) memperlihatkan cuplikan ledakan bom yang dipadukan dengan lagu Firework. Unggahan itu disertai keterangan, “Iran telah diperingatkan.”

Melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (24/7), Perry mengaku terkejut sekaligus marah mengetahui lagunya digunakan untuk mengiringi video bernuansa militer.

“Saya sangat terkejut dan marah melihat Firework digunakan di akun TikTok @WhiteHouse sebagai musik latar untuk cuplikan video serangan militer,” tulis Perry.

“Saya tidak menyetujui ini, saya tidak diminta, dan saya sama sekali tidak membenarkannya.”

Penyanyi tersebut menjelaskan bahwa Firework diciptakan sebagai lagu yang membawa pesan harapan, penyembuhan, dan kekuatan bagi mereka yang menghadapi masa-masa sulit.

“Saya menulis lagu ini untuk menjadi lagu harapan, penyembuhan, dan kekuatan batin bagi orang-orang yang sedang melewati momen-momen tergelap dalam hidup mereka,” lanjut Perry.

Ia menilai penggunaan lagu tersebut dalam video yang menampilkan aksi militer telah menghilangkan makna asli yang terkandung di dalamnya.

“Melihat pesan tentang harga diri dan peningkatan diri dipersenjatai untuk mengiringi kehancuran dan kekerasan adalah pelanggaran total terhadap semua yang diwakili lagu saya. Musik saya adalah untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan peperangan.”