Video Muncul di Tengah Ketegangan AS dan Iran

Majalah Variety melaporkan unggahan Gedung Putih tersebut muncul ketika pemerintahan Donald Trump disebut menunda ancaman eskalasi besar terhadap Iran, sembari melanjutkan proses negosiasi.

Trump menyatakan Washington tetap “siap siaga” tetapi “tidak terburu-buru” mengambil langkah lebih jauh. Ia juga mengklaim Teheran semakin serius membahas kemungkinan tercapainya kesepakatan.

Di saat yang sama, Komando Pusat Amerika Serikat disebut terus melancarkan serangan terhadap target rudal, maritim, dan nuklir Iran.

Bukan Kali Pertama Artis Protes Penggunaan Lagu

Katy Perry menjadi salah satu dari sejumlah musisi yang memprotes penggunaan lagu mereka oleh pemerintahan Donald Trump tanpa izin, baik untuk unggahan politik maupun konten yang berkaitan dengan aksi kekerasan.

Pada Juni 2026, Ariana Grande juga mengecam Gedung Putih setelah lagunya, Bye (2024), digunakan dalam unggahan TikTok yang memperlihatkan agen ICE menangkap dan memborgol sejumlah orang.

Selain Ariana Grande, Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, Neil Young, dan Rolling Stones juga pernah mengkritik Donald Trump karena menggunakan lagu mereka untuk mendukung agenda politik yang tidak mereka setujui.