Interpretasi lain melihat The Backrooms sebagai manifestasi alam bawah sadar kolektif yang terus berkembang. Ruang tersebut menyerap pengalaman manusia dan mengubahnya menjadi lingkungan liminal yang asing, sekaligus menciptakan makhluk-makhluk yang merupakan reproduksi tidak sempurna dari individu yang pernah memasukinya.

Dalam teori ini, monster dan Still Life bukan ciptaan The Backrooms semata, melainkan hasil rekonstruksi ingatan yang cacat terhadap manusia yang pernah berada di dalamnya.

Apakah Mary Selamat?

Film tidak memberikan jawaban pasti mengenai nasib Mary.

Penonton hanya mengetahui bahwa ia berhasil keluar dari area utama The Backrooms dan tiba di fasilitas penelitian Async. Namun keberadaan versi dirinya dalam bentuk Still Life memunculkan pertanyaan baru: apakah Mary benar-benar telah bebas, atau sebagian dirinya tetap terperangkap di dalam ruang tersebut?

Ketidakjelasan itulah yang menjadi salah satu elemen horor utama film ini.

Respons Kane Parsons

Menariknya, Kane Parsons memilih tidak memberikan penjelasan definitif mengenai makna ending film tersebut.

Ia mengaku sengaja membiarkan penonton membangun interpretasi masing-masing tanpa dipengaruhi oleh pandangan sang kreator.

Menurut Parsons, menjelaskan secara rinci makna sebuah karya sering kali mengurangi pengalaman penonton dalam menafsirkan cerita.

Meski demikian, ia memberikan satu kepastian terkait berbagai teori yang berkembang.

“Itu bukan mimpi.”

Pernyataan singkat tersebut menjadi satu-satunya petunjuk resmi yang diberikan Parsons mengenai misteri besar di balik Backrooms (2026).