Pelaku Disebut Bertemperamen dan Mengaku Bekerja sebagai Debt Collector
Selama tinggal di kos tersebut, Taufiq mengaku bekerja sebagai debt collector dan berasal dari wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung.
“Iya kerjanya debt collector. Terus ngakunya orang Nagreg. Istrinya katanya enggak dipedulikan keluarga,” beber Mulyati.
Mulyati juga menyebut Taufiq memiliki temperamen yang mudah meledak dan pernah menunjukkan perilaku agresif kepada orang-orang di sekitarnya.
“Suka tempramen, tiba-tiba ngajak berantem. Om buka pintu mau keluar. Resa mau tidur kaget. Tiap habis mabuk minta diantar ambil uang atau bakso tahu dan lain-lain,” katanya.
Momen Terakhir Sebelum Korban Dibawa ke Rumah Sakit
Salah satu momen yang paling diingat Mulyati terjadi ketika korban dibawa ke rumah sakit pada awal Juni 2026.
Saat itu, kondisi korban disebut sudah sangat memprihatinkan hingga harus dipapah keluar dari kamar kos.
“Kan pas mau ke rumah sakit minjem kerudung ke ibu. Didandanin lama. Grab nunggu lama. Grab mobil tanggal 9 Juni. Terus dibopong oleh pelaku. Muka tutupi si cewek. Mobil mundurin sampe gerbang. Pak Resa (penjaga kos) ikut dalam mobil pelaku di belakang. Pelaku naik motor ikutin dari belakang,” katanya.
“Enggak usah Ipey (panggilan Taufik Hidayat) aja di motor. Enggak tahu dia nggak mau berdampingan atau gimana,” ujar Mulyadi menambahkan.
Kasus ini menjadi sorotan setelah terungkap dugaan penyiksaan yang dialami YTR selama bertahun-tahun di dalam kamar kos tanpa diketahui warga sekitar.

